Jakartapedia.net – Sebagai langkah waspada virus Corona di Jakarta,Pemprov DKI Jakarta menyiapkan langkah-langkah pencegahan. Diantaranya yaitu penghentian mengeluarkan izin keramaian untuk sementara waktu.

Melalui rilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi DKI Jakarta yang diterima jakartapedia.net pada Kamis (5/3/2020), pihak pemprov menghentikan layanan perizinan dan non perizinan penyelenggaraan yang akan melibatkan kerumunan banyak orang.

Langkah tersebut adalah bentuk antisipasi potensi penyebaran Virus Corona di ibu kota.

Kepala Dinas PTSP Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra mengungkapkan, penghentian tersebut untuk layanan baik manual maupun elektronik.

“Untuk sementara ini, kami akan menghentikan layanan perizinan dan nonperizinan, baik secara manual dan elektronik terkait penyelenggaraan berbagai macam event yang berpotensi menciptakan kerumunan orang,” ujar Benni dalam siaran persnya, Kamis (5/3/2020).

Benni menjelaskan kegiatan yang dimaksud dapat menimbulkan pengumpulan banyak orang, yaitu izin pemakaian lokasi taman dan jalur hijau untuk kegiatan shooting film, bazar, perlombaan, dan kegiatan sejenisnya. Serta, untuk perkemahan, bedeng proyek (direksi keet), material dan sejenisnya.

Selain itu, PTSP Provinsi Jakarta juga menghentikan sementara izin penggunaan bangunan di lokasi taman dan jalur hijau, izin pemakaian lokasi kebun bibit Dinas Kehutanan; izin penyelenggaraan kegiatan keolahragaan dan kepemudaan, dan terakhir tanda daftar pertunjukan temporer.

Penghentian sementara layanan perizinan dan nonperizinan ini dilaksanakan sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Untuk diketahui, Instruksi ini diterbitkan dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19) di wilayah DKI Jakarta.

Anies Minta Warga Melapor

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warganya aktif melapor ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang dianggap sebagai gejala awal terpapar Virus Corona.

Dia juga meminta agar tidak menyepelekan gejala sekecil apa pun terkait virus tersebut. Virus ini dapat menjangkiti siapapun. Mulai dari bayi, balita, sampai orang dewasa.

“Jangan anggap enteng bila merasakan gejala. Lebih baik lapor, datangi fasilitas kesehatan, daripada dianggap enteng dan di kemudian hari ditemukan yang tidak kita inginkan,” kata Anies di Balai Kota, Senin, 2 Maret 2020.

Sejak wabah corona merebak dan Presiden Jokowi mengumumkan dua orang positif terpapar covid-19, Anies mengaku pihaknya telah melakukan segala upaya pencegahan dan pemantauan. Termasuk mengupayakan Virus Corona tidak menyebar di transportasi umum.

Anies mengatakan saat ini masih dalam tahap penyusunan secara detil.

“Tadi pagi kita sudah bicara dengan Dinas Perhubungan, Trans Jakarta, MRT untuk melakukan langkah-langkah terkait dengan pengamanan fasilitas umum. Insyaallah sesegera mungkin akan ada pengumuman detilnya sekarang mereka sedang menyusun dan kita akan sampaikan skenario-skenarionya yang ada,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *